BPBD Garut Gelar Hari Kesiapsiagaan Bencana di Pameumgpek

0
144
Ket Poto : Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Drs. Rd. Satria Budi,M.Si. Berikan Penghargaan atas keikutsertaan peserta / relawan Apel siaga dalam memperingati HKB Tingkat Kabupaten Garut.
Ket Poto : Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Drs. Rd. Satria Budi,M.Si. Berikan Penghargaan atas keikutsertaan peserta / relawan Apel siaga dalam memperingati HKB Tingkat Kabupaten Garut.


GARUT, STATUSJABAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menggelar kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Acara ini digelar dengan membunyikan berbagai alat peringatan dini sebagai puncak peringatan HKB yang bertempat di Alun-Alun Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Senin (26/4/2021).

Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Pameungpeuk, Remaja Pecinta Alam Pameungpeuk/REKAPALA, FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Jawa Barat, Pos Gabungan Siaga Bencana Jawa Barat, FPRB Mancagahar Pameungpeuk, FPRB Karyasari Cibalong, FPRB Pamalayan Cikelet, FPRB Purbayani Caringin, dan FPRB Mandalasari Kadungora.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Drs. Rd. Satria Budi,M.Si. didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tb. Agus Sofyan mengatakan urusan bencana adalah urusan semua pihak dari mulai lingkungan keluarga.

“Urusan bencana adalah urusan semua pihak yang diawali dari lingkungan terkecil, seumpamanya adalah keluarga. Dengan demikian, akan terbentuk jaringan dan kebijakan pendukung dalam membangun ketangguhan yang lebih luas di masyarakat,” kata Satriabudi.

Satria Budi menegaskan point penting dalam pengurangan risiko bencana, yaitu pencegahan dan mitigasi jangan sampai terlambat, perlu mengutamakan pelaksanaan di lapangan, penegakkan dan pengendalian standar kebencanaan, kebijakan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) harus terintegrasi dari hulu hingga hilir, peningkatan kecepatan tanggap darurat dan manajemen pasca bencana, dan peningkatan edukasi dan literasi bencana terutama di daerah-daerah rawan.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI dalam Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) PB (Penanggulangan Bencana) 2021 dengan tema “Siap Untuk Selamat”.

Ia juga menyampaikan pesan dari Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bahwa pencegahan dan mitigasi haruslah menjadi ruh dari kesiapsiagaan bencana. Selain itu ia juga mengimbau untuk terus mengupayakan kebijakan pemerintah dan kearifan lokal dengan langkah kesiapsiagaan bencana.

“Upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan harus terus-menerus diupayakan dengan berbagai kebijakan pemerintah dan kearifan lokal dengan langkah-langkah dalam kesiapsiagaan bencana, kenali ancaman bahaya sekitar kita, kurangi risiko bencananya sekemampuan kita, temukan tempat aman atau yang disepakati di sekitar kita, ajak seluruh keluarga melakukan latihan evakuasi mandiri dari tempat beraktivitas menuju tempat aman atau yang disepakati,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here