Bupati Garut Tinjau Langsung Desa Wisata di Kecamatan Karangtengah

0
39
Ket Poto : Bupati Garut, H Rudy Gunawan, melakukan swafoto di beberapa spot foto yang ada di Desa Wisata Sindanggalih di dampingi camat Karangtengah Dra Hj Yanti Sugiharti, M Si.
Ket Poto : Bupati Garut, H Rudy Gunawan, melakukan swafoto di beberapa spot foto yang ada di Desa Wisata Sindanggalih di dampingi camat Karangtengah Dra Hj Yanti Sugiharti, M Si.
- Advertisement -

GARUT, STATUSJABAR.COM – Bupati Garut, H Rudy Gunawan, meninjau langsung lokasi desa wisata yang berlokasi di Kampung Cikacang, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jum’at (7/5/2021).

Dalam kunjungannya, Bupati Garut mengatakan Desa wisata ini hadir atas prakarsa dari masyarakat Kampung Cikacang.

“Prakarsa dari masyarakat, yang pertama ingin lingkungannya nyaman, yang kedua ini menjadi sesuatu kita, bahwa ini adalah bagian daripada program desa wisata,” ujar Rudy saat diwawancarai oleh awak media di dampingi Camat Karangtengah Dra Hj Yanti Sugiharti, M Si.

Ia menyampaikan, demi kemajuan, Desa wisata harus didorong oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Nanti desa wisata harus di dorong oleh pemerintah daerah, kita juga ada homestaynya disini bagus,” ucapnya.

Rudy menjelaskan bahwa Desa Sindanggalih merupakan tempat ia dilahirkan.

“Saya adalah asli orang sini, saya waktu kecil ke situ ke Caringin dari Lengo jalan kaki,” jelas Bupati Garut.

Bupati Garut, H Rudy Gunawan, melakukan swafoto bersama istrinya Diah Kurniasari.
Camat karangtengah Dra Hj Yanti Sugiharti, M Si. melakukan swafoto.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Budi Gan Gan melalui mengatakan ada beberapa kriteria yang harus dipenuni, tatkala sebuah desa akan bertransformasi menjadi desa wisata, diantaranya daya tarik wisata, fasilitas homestay, dan aktivitas budaya yang dijual ke wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Budi Gan Gan di Damping Camat Karangtengah Dra Hj Yanti Sugiharti, M Si.Memberikan pembinaan sebagai motivasi dan rasa terimakasih.

“Kriteria desa wisata pertama memiliki daya tarik wisata alam, dan budaya, kedua memiliki fasilitas akomodasi home stay atau rumah penduduk yg sebagian kamarnya disewakan pada wisatawan, dan ketiga memiliki aktivitas budaya yg dijual kepada wisatawan dalam bentuk paket wisata. Misalnya ada paket membajak sawah, paket membuat kuliner, paket menari, paket memainkan alat musik, dengancatatan paket-paket tersebut yg memang kesehariannya dilakukan oleh masyarakat di desa itu,” kata Ma’mun.

Ia memaparkan jika sebuah desa hanya mengelola sebuah curug, situ, atau yang lainnya, itu baru dikatakan Daya Tarik Wisata (DTW), dan belum bisa dikatakan sebagai desa wisata. “Kalau desa atau masyarakat baru menjual daya tarik wisata saja misalnya mengelola Situ, atau Curug atau spot selfi itu bukan desa wisata tapi baru mengelola daya tarik wisata (DTW,) atau objek wisata,” paparnya.

Di Kabupaten Garut sendiri, lanjut Ma’mun, ada 10 desa wisata yang sudah aktif beroperasi dan ada 30 desa yang sedang merintis untuk bertransformasi menjadi sebuah desa wisata.

“Yang merintis ada 30, yang sudah operasional 10 desa wisata. (Dengan) kategori maju 1 desa wisata, yang lainnya rintisan. Juara 2 lomba desa wisata Nusantara 2019 kategori desa wisata maju 1 yaitu Desa Wisata Kampung Ciburial, dan yang masuk 10 besar kategori desa wisata rintisan 1 yaitu Desa Wisata Bagendit 2,” lanjut Ma’mun.

Sementara itu, Kepala Desa Sindanggalih, Encang, menuturkan pihaknya bersama masyarakat membangun desa wisata ini karena terinspirasi dari daerah-daerah yang ada di jawa.

“Karena inisiatif masyarakat, masyarakat mungkin pengen maju kedepannya, pengen seperti daerah-daerah yang seperti yang di jawa, ngeliatnya (terinspirasi) dari jawa, (ini dibangunnya) swadaya,” tutut Encang.

Ia berharap dengan adanya desa wisata ini bisa meningkatkan antusiasme masyarakat sehingga bisa meningkatkans perekonomian di daerahnya.

“Mudah-mudahan harapan kedepannya perekonomian disini tuh sangat antusias buat perekonomian masyarakat di masalah ini.” pungkasnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here