HMI Cabang Garut melakukan Audensi Dengan Bank Mandiri Terkait BPNT

0
17
HMI Cabang Garut melakukan Audensi Dengan Bank Mandiri Terkait BPNT (Foto: Papap)
HMI Cabang Garut melakukan Audensi Dengan Bank Mandiri Terkait BPNT (Foto: Papap)
- Advertisement -

GARUT, STATUSJABAR.COM – Sejumlah Mahasiswa tergabung pada Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Garut melakukan audensi dengan Bank Mandiri Garut, Senin 13 September
2021.

Audensi tersebut membahas tentang penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang banyak merugikan masyarakat penerima mamfaat. Karena kurangnya pengawasan dari Bank Mandiri sebagai Bank penyalur BPNT.

Ketua umum HMI Cabang Garut Sulton Hidayatullah, mengatakan, audensi dilakukan setelah pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat sebagai penerima mamfaat.

“Kami, HMI Cabang Garut sangat menyesali terkait kurang optimalnya pengawasan dan penetapan agen dari pihak Bank Mandiri yang tidak sesuai Pedoman umum (Pedum).Ternyata peralihan Bank penyalur dari Bank Negara Indonesia (BNI) yang ditunjuk oleh Kemensos menjadi Bank Mandiri ternyata banyak problem di lapangan.” kata Sulton didampingi pengurus HMI Cabang Garut, Fajar Alamsyah, Ramdani, Hasan, Rival S.S, Tedi, Taofiq, dan Bagus.

Menurut Sulton, keluhan dari masyarakat beragam di antaranya barang yang diterima tidak berkwalitas, Kartu keluarga sejahtera (Kks) yang disimpan di agen, dan banyak lagi keluhan lainnya.

“Menyikapi hal ini kami melakukan observasi kelapangan dan menyebarkan angket kepuasan, ternyata memang banyak hal keliru. Salah satu contoh warga Kp. Maripari, Kec. Sukawening sudah 7 bulan tidak mendapatkan bantuan BPNT tersebut dan hanya mendapatkan satu kali pada bulan Februari 2021.” Ujar Sulton.

Atas temuan dilapangan HMI juga menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya kepada Bank mandiri Garut untuk mengevaluasi agen atau e-warong yang tidak sesuai kriteria Pedoman umum.

Mengoptimalkan pengawasan program BPNT, Meminta kepada Bank mandiri pusat untuk mengevaluasi kepala Bank Mandiri Garut, Meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak lagi bekerja sama dengan Bank Mandiri karena tidak ada perubahan dari masalah-masalah sebelumnya, dan Meminta kepada pemerintah desa dan kecamatan untuk tidak mengintervensi di wilayah supplier dan hal lainnya yang berhubungan dengan program BPNT. (Papap).***

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here