Kasubdit Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Tinjau Rumah Berlantai Baliho di Garut

0
155
Kasubdit Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI (Kemensos), Agus Elia Gunawan saat di rumah Berlantai Baligo dan Atap Baligo (Dok-Red)
Kasubdit Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI (Kemensos), Agus Elia Gunawan saat di rumah Berlantai Baligo dan Atap Baligo (Dok-Red)

GARUT, STATUSJABAR.COM – Kasubdit Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI (Kemensos), Agus Elia Gunawan hari ini (21/8/2021) mengunjungi rumah tak layak huni di Kampung Cikalong, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Garut.

Agus Elia Gunawan hari ini ditemani oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, dan juga Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan.

Agus Elia Gunawan mengunjungi rumah Nur Aisyah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dimana rumah Nur itu atap dan lantainya terbuat dari baligo.

Dalam rumah kecil tak layak huni itu, Nur tinggal bersama suami dan 7 orang anaknya.

“Kita ingin melihat langsung kondisi di lapangan, masyarakat yang terlihat nyata rumah tidak layak huni. Untuk memastikan apakah masuk di data kami atau tidak. Kalau sudah masuk kami akan tindak lanjuti bantuannya,” ujar Agus.

Namun jika keluarga Nur ini belum masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), maka pihaknya akan segera mendorong agar Nur ini masuk.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah mengatakan, setelah meninjau ke lokasi, rumah Nur ini memang sangat memprihatinkan.

” Ada satu keluarga yang memang dilihat dari fasilitas dan kondisi rumahnya ya, tidak layak lah untuk dihuni dengan jumlah jiwa sebanyak 9 orang, ibu napak dan 7 orang anak,” ujarnya.

Ade berharap agar dengan kehadiran Kemensos ini, keluarga Nur bisa dibantu untuk mendapatkan bantuan rehab rumah.

“Alhamdulillah mudha-mudahan ada perhatian dari Kementerian Sosial, kita coba bantu agar rumah ini layak ditempati,” ujarnya.

Sementara itu pihaknya juga akan membantu keluarga Nur agar mendapatkan kembali bantuan BPNT dan PKH yang selama ini sempat tersendat.

Menurut Ade, terjadi kendala ketika migrasi bank penyalur dari BNI ke bank Mandiri. Sehingga saat ini keluarga Nur belum mendapatkan bantuan BPNT dan PKH yang seharusnya diterima.

“Kebetulan bu Nur ini KPM BPNT dan PKH tapi karena persoalan migrasi dari BPNT bank Mandiri ibu ini belum bisa memanfaatkan bantuan dari BPNT dan PKH,” ujarnya.

“Kita juga akan selesaikan dengan pihak perbankan dalam hal ini bank Mandiri mudah-mudahan program yang selama ini ibu terima yang kemudian beberapa bulan terahir tidak mendaptakan manfaat sebagaimana mestinya akan kita selesaikan dengan pihak perbankan,” tutupnya.

Yudha Puja Turnawan Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, mengaku prihatin dengan kondisi rumah Nur.

Pasalnya rumah Nur itu atap dan lantainya terbuat dari baligo dan sama sekali tidak ada genteng di atapnya.

“Menengok ibu Nur Aisyah dan ketujuh anaknya yang menempati rmah tidak layak huni beratap dan berlantai baligo bekas kampanye,” ujar Yudha.

Yudha berharap dengan kunjungan Kemensos dan Dinas Sosial ini ada tindak lanjut. Karena Yudha mendengar kabar bahwa di Kementerian Sosial juga ada bantuan rumah tidak layak huni (RG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here