Pemkab Garut Serahkan Rumah Relokasi Bagi Penyintas Bencana Longsor di 3 kecamatan

0
54
Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada perwakilan penyintas bencana longsor dan pergerakan tanah, yang berlokasi di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (15/2/2022).
Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada perwakilan penyintas bencana longsor dan pergerakan tanah, yang berlokasi di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (15/2/2022).

GARUT, STATUSJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, menyerahkan Rumah Relokasi Bagi Penyintas Bencana Longsor di 3 lokasi yaitu Desa Karyamekar Kecamatan Cilawu, Desa Banjarwangi Kecamatan Banjarwangi, dan Desa Neglasari Kecamatan Cisompet. Penyerahan digelar dalam satu acara Peresmian dan Serah Terima.yang dilaksanakan di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (15/2/2022).

Bupati Garut usai menerhakan secara simbolis, mengatakan, mereka yang mendapatkan rumah relokasi tersebut sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyusul tenpat tinggalnya sudah tidak bisa dihuni kembali.

BACA JUGA : Diperesmian Rumah Relokasi, Yudha Puja Turnawan : Kami Apresiasi Pemkab Garut

“Yang direlokasi ini sebenarnya sudah tidak ada lagi sudah selesai, karena kalau yang relokasi itu ada aturannya, relokasi itu dilakukan oleh pemerintah daerah bilamana tempat itu tidak boleh dihuni lagi, dan itu adalah rekomendasi dari BMKG (atau) geologi ya, kaya di sini itu (lahannya) boleh milik dia, tapi tidak boleh dihuni, itu ada larangannya dan sudah dimasukkan dalam hibah,” ujar Bupati Garut dalam sesi wawancara dengan awak media.

Bupati menambahkan, pihaknya menyerahkan kurang lebih 95 unit rumah dengan rincian 73 unit rumah di lokasi relokasi yang berada di Kecamatan Cilawu, 11 unit rumah di lokasi reloaksi yang berada di Kecamatan Banjarwangi, dan 11 unit rumah di lokasi relokasi yang berada di Kecamatan Cisompet.

Rudy mengungkapkan, pemberian rumah relokasi ini akan diberikan juga dengan sertifikatnya, termasuk rumah-rumah relokasi para penyintas banjir bandang Sunagi Cimanuk, yang saat ini sedang diurus oleh Pemkab Garut.

“iya (dengan sertfikat rumah) termasuk nanti yang banjir bandang Cimanuk, banjir bandang Cimanuk yang dari Qatar Charity kan sudah hibah ke bupati lagi diurus, nanti rumahnya saya serahkan yang di Tarogong yang di Samarang itu, termasuk (di blok) Kopi Lombong,” ungkapnya.

Bupati Rudy juga menjelaskan, Pemkab Garut tahun ini akan membangun sebuah shelter di Garut bagian selatan, sebagai tempat penampungan sementara bagi para penyintas bencana, jikalau lokasi bencana tersebut tidak memungkinkan untuk ditinggali kembali, maka pihaknya akan melakukan relokasi.

“Justru yang jadi masalah sekarang ini kita ingin membuat yang namanya shelter di (Garut bagian) selatan, tahun ini kita (bangun) selter dengan (anggaran) 3 miliar, jadi nanti kalau terjadi bencana itu orang itu masuk ke selter dulu, nah setelah itu kalo memang harus direlokasi (maka akan) direlokasi gitu, kita tidak pernah punya selter,” jelas Bupati Garut.

Ia menerangkan, nantinya bangunan selter tersebut yang merupakan tempat penampungan sementara ini akan memiliki fasilitas yang cukup lengkap, dan jika tidak digunakan, maka bisa dimanfaatkan oleh pihak desa sebagai sarana olah raga bagi masyarakat.

“Kita tahun ini dibangun, tahun depan selesai, kami tahun depan itu punya empat shelter, termasuk di daerah perkotaan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperkim Garut, Ahmad Mulyana, mengatakan, untuk membangun rumah relokasi bagi para penyintas bencana longsor ini, pihaknya menghabiskan dana kurang lebih 10.8 miliar rupiah untuk di tiga lokasi, dengan rincian rumah relokasi di Kecamatan Cilawu sebesar Rp.7.035.100.818,-, rumah relokasi di Kecamatan Banjarwangi sebesar Rp. 2.431.112.300,-, dan rumah relokasi di Kecamatan Cisompet sebesar RP. 1.340.668.150,-.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here