RW 08 di Kelurahan Kota Wetan Bagikan Sembako Tiga Bulan Sekali, Ketua RW : KPM yang Tidak Tersentuh Bansos Pemerintah

0
23
Bantu warga kurang mampu yang tak terakomodir bantuan pemerintah, Ketua RW 08 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota, salurkan bantuan paket sembako kepada 20 orang keluarga, pada Selasa (06/06/2023).
Bantu warga kurang mampu yang tak terakomodir bantuan pemerintah, Ketua RW 08 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota, salurkan bantuan paket sembako kepada 20 orang keluarga, pada Selasa (06/06/2023).

GARUT, STATUSJABAR.COM – Bantu warga kurang mampu yang tak terakomodir bantuan pemerintah, Ketua RW 08 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota, salurkan bantuan paket sembako kepada 20 orang keluarga, pada Selasa (06/06/2023).

Ketua RW 08, Jenjen Zaenal Mutaqin, di sela kegiatan penyaluran menyampaikan, bantuan pangan paket sembako tersebut merupakan hasil dari lumbung sosial wilayah RW 08 yang bersumber dari iuran warga.

“Ini saya berikan kepada 20 KPM di RW 08 yang belum tersentuh bansos dari pemerintah. Ini juga untuk mengurangi beban pemerintah khususnya Kelurahan Kota Wetan dan Dinas Sosial,” ucapnya.

Dari lumbung sosial tersebut, kata dia, disalurkan kepada warga yang berhak per tiga bulan, sebanyak 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan nilai uang 1,5 juta per tiga bulan, dan 6 juta per tahun. Anggaran terkumpul, terdiri dari iuran warga, sumbangan pengusaha pertokoan dan PAD Parkir.

Jenjen menyebutkan, KPM akan terus menerima bantuan pangan lokal RW 08, kecuali jika kedepan menerima bantuan sosial dari pemerintah atau meninggal dunia, maka akan dialihkan kepada yang berhak di lingkungan RW 08.

Jenjen mengatakan, karena melihat nilai iuran warga di lumbung sosial, dan masih adanya warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Maka dirinya bersama jajaran pengurus RW lainnya, merancang peluncuran program bantuan sosial lokal RW.

“Yang pertama, di awal tahun 2023, saat ini yang kedua kalinya. Mereka mendapatkan beras, telor, mie instan, terigu, gula pasir dan minyak goreng. Ini akan rutin per tiga bulan, selama masa jabatan saya sampai tahun 2025,” tandasnya.

Jenjen berharap, wilayah RW 08 Kota Wetan, secara kasat mata, seperti menengah keatas. Padahal didalamnya, ada pemilik rumah seperti permanen tapi, tak cukup pangan, karena tak miliki pekerjaan.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa lebih akurat dalam pendataan (DTKS) sebagaimana yang telah diajukan.Lurah Kota Wetan, Wahyu Setiawan, sangat mengapresiasi atas inovasi, gagasan dan langkah nyata dari kepengurusan RW 08, yang telah dirancang setahun kebelakang.

Dimana dalam hal ini, peran serta warga masyarakat setempat memiliki solidaritas sangat tinggi terhadap warga lingkungan sekitar.

“Ini merupakan satu trobosan, gagasan yang sangat pioner bagi RW 08. Mudah-mudahan dapat ditiru oleh RW yang lainnya, sehingga bisa melakukan apa yang telah dilaksanakan di RW 08. Kami sangat apresiasi, ini sangat luar biasa,” tuturnya.

Langkah konkrit yang akan dilakukan paska dirinya dilantik Bupati Garut menjadi Lurah Kota Wetan, Wahyu mengatakan, dirinya akan terus menggali potensi yang ada dilingkungan RW, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun solidaritas dan sosial budaya masyarakat setempat.

“Untuk Kota Wetan ini sudah terjalin cukup baik, antara pemerintah keluhanan, kelembagaan yang ada, ini sinergitasnya sudah sangat baik sekali. Baik hubungan emosional, kekeluargaan, maupun secara hirarki pemerintahan,” katanya.

Wahyu berharap, apa yang sudah dirintis oleh Lurah sebelumnya, dirinya akan terus berupaya mempertahankan kultur yang sudah terjadi selama ini. Sehingga, antara pemerintah dan kelembagaan akan terus bersinergi dalam menampung aspirasi warga masyarakat. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here