Untuk Keselamatan dan Kesehatan Warga, Bupati Garut Gelar Doa Bersama

0
158
Pemkab Garut menggelar Doa Bersama Melalui video Confence, di Gedung Command Center, Komplek Pendopo Garut, Kamis malam (15/07/2021). (Foto: Diskominfo Garut)
Pemkab Garut menggelar Doa Bersama Melalui video Confence, di Gedung Command Center, Komplek Pendopo Garut, Kamis malam (15/07/2021). (Foto: Diskominfo Garut)

GARUT, STATUSJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar Doa Bersama Melalui video Confence. Bupati didamping Asisten Pemerintaha dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Suherman, dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Cece Hidayat, di Gedung Command Center, Komplek Pendopo Garut, Kamis malam (15/07/2021).

Do’a bersama digelar dengan harapan Allah Subhanahu Wata’ala memberikan keselamatan dan kesehatan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Garut, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube milik Pemkab Garut ini diikuti unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, Ketua MUI Kabupaten Garut, Imam Besar Mesjid Agung Garut, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat dan unsur forkopimcam, para kepala Puskesmas, dan

Doa bersama dipimpin oleh ketua MUI Garut, KH Sirojul Munir, dilanjutkan Pimpinan Ponpes Luhur Al-Wasilah, K.H.A. Thonthowi Djauhari Musaddad dan Imam Besar Masjid Agung Garut.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, dalam awal sambutannya mengatakan, acara ini merupakan salah satu ikhtiar kepada Allah Subhanahu Wata’ala dalam upaya memohon perlindungan dari wabah pandemi Covid 19 agar warga masyarakat Kabupaten Garut diberikan kesehatan dan keselamatan.

”Alhamdulillah, semua yang mengikuti acara ini dalam keadaan sehat, dan kepada mereka yang saat ini sedang sakit semoga segera diberi kesembuhan, dan yang meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah,” ungkap Bupati Rudy Gunawan.

Bupati Rudy menuturkan saat ini warga masyarakat Garut dihantui oleh rasa cemas dan gelisah, apalagi setiap hari selalu mendengar kabar meninggal dunia.

“Pandemi Covid-19 ini memang benar–benar menghentakkan kita semua, bahwa sahabat kita, teman kita, saudara kita, orang tua kita, anak kita, atau siapapun hari ini banyak yang meninggal dunia begitu cepat prosesnya, karena pandemi Covid-19,″ jelas bupati.

Ia mengutarakan, bahwa ihktiar telah dilakukan mulai dari pimpinan daerah, birokrat, puskesmas, rumah sakit, dokter, masyarakat, ulama, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Semua telah berihktiar sesuai dengan syariat kita. Kita telah berupaya mengobati yang sakit, mengisolasi yang terkonfirmasi dan memberikan perlindungan–perlindungan lainnya, meskipun setiap hari dalam keadaan yang tidak menentu,” tutur Rudy.

Bupati menyebutkan, selain kondisi alat kesehatan dan tenaga kesehatan yang terbatas, namun terkadang masyarakat sendiri abai menjalankan protokol kesehatan dan bahaya yang mengancamnya.

“Saya tadi berkomunikasi dengan Kapolres dan Dandim, kita semua sayang terhadap warga masyarakat Garut dengan dilaksanakannya PPKM darurat ini,” ungkap Rudy.

Namun, katanya, hal ini merupakan salah satu upaya cara pemerintah dalam menyelesaikan penanganan Covid-19 terutama dari penularannya. Oleh karenanya bupati memohon kepada masyarakat untuk mematuhi prokes dalam aktivitas keseharian. dengan menghindari kerumunan masyarakat dan melakukan sesuatu yang bisa merugikan orang lain.

Secara khusus kepada para tenaga kesehatan bupati berharap melalui do’a agar terus diberi kekuatan kesehatan, termasuk kepada 200 nakes yang saat ini terkonfirmasi Covid-19.

“Semoga mereka diberikan kesembuhan dan kesehatan, dan semoga kita diberi perlindungan, keselamatan dan kesehatan oleh Allah SWT, Aamiin,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here